Dasar Hukum Hak Konsumen
A. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999
Tentang Perlindungan Konsumen
Undang-undang tentang perlindungan konsumen ini
dirumuskan dengan mengacu pada filosofi pembangunan nasional bahwa pembangunan
nasional termasuk pembangunan hukum yang memberikan perlindungan terhadap
konsumen adalah dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya yang
berlandaskan pada falsafah kenegaraan Republik Indonesia yaitu dasar negara
Pancasila dan konstitusi negara Undang-Undang Dasar 1945. Batang Tubuh No 8
Tahun 1999 terdiri dari 15 BAB 65 pasal, sbb:
1) BAB I Ketentuan-ketentuan
umum (Pasal 1)
2) BAB II Asas dan tujuan (Pasal 2
& 3)
3) BAB III Hak dan kewajiban,
bagian pertama (Pasal 4 & 5), bagian kedua (Pasal 6 & 7)
4) BAB IV Perbuatan yang dilarang
sebagai pelaku usaha (Pasal 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, & 17)
5) BAB V Kecantuman klausula buku
(Pasal 18)
6) BAB VI Tanggung jawab pelaku usaha
(Pasal 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, & 28)
7) BAB VII Pembinaan dan pengawasan,
bagian pertama (Pasal 29), bagian kedua (Pasal 30)
8) BAB VIII Badan perlindungan konsumen
nasional, bagian pertama (Pasal 31, 32, & 34), bagian kedua (Pasal 35, 36,
37, 38, 39, 40, 41, 42, & 43)
9) BAB IX Lembaga perlindungan
swadaya masyarakat (Pasal 44)
10) BAB X Penyelesaian sengketa, bagian pertama (Pasal
45 & 46), bagian kedua (Pasal 47), bagian ketiga (Pasal 48)
11) BAB XI Badan penyeleseian sengketa konsumen
(Pasal 49, 50, 51, 52, 53, 54, 56, 57, & 58)
12) BAB XII Penyidikan (Pasal 59)
13) BAB XIII Sanksi bagian pertama (Pasal 60),
bagian kedua (Pasal 61, 62, & 63)
14) BAB XIV Ketentuan peralihan (Pasal 64)
15) BAB XV Ketentuan penutup (Pasal 65)
B. Undang-undang lain yang mengatur
tentang Perlindungan Konsumen
Di samping, itu undang-undang tentang perlindungan konsumen
pada dasarnya bukan merupakan awal dan akhir dari hukum ynag mengatur tentang
perlindungan konsumen, sebab sampai pada terbentuknya undang-undang tentang
perlindungan konsumen ini telah ada beberapa undang-undang yang materinya
melindungi kepentingan konsumen, seperti:
1) Undang-undang No. 10 Tahun
1961 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 Tahun
1961 tentang Barang, menjadi undang-undang;
2) Undang-undang No. 2 Tahun 1966
tentang Hygiene;
3) Undang-undang No. 5 Tahun
1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah;
4) Undang-undang No. 2 Tahun 1981
tentang Metrologi Legal;
5) Undang-undang No. 3 Tahun 1982
tentang Wajib Daftar Perusahaan;
6) Undang-undang No. 5 Tahun 1984
tentang Perindustrian;
7) Undang-undang No. 15 Tahun 1985
tentang Ketenaga Listrikan;
8) Undang-undang No. 1 Tahun 1987
tentang Kamar Dagang dan Industri;
9) Undang-undang No. 23 Tahun 1992
tentang Kesehatan;
10) Undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang Agreement
Estabilising The Word Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi
Perdagangan Dunia);
11) Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang
Perseroan Terbatas;
12) Undang-undang No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha
Kecil;
13) Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang
Pangan;
14) Undang-undang No. 12 Tahun 1997 tentang
Perubahan Atas Undang-undang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan
Undang-undang No. 7 Tahun 1987;
15) Undang-undang No. 13 Tahun 1966 tentang
Perubahan Atas Undang-undang No. 6 Tahun 1989 tentang Paten;
16) Undang-undang No. 14 Tahun 1997 tentang
Perubahan Atas Undang-undang No. 19 Tahun 1989 tentang Merk;
17) Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
18) Undang-undang No. 24 Tahun 1997 tentang
Penyiaran;
19) Undang-undang No. 25 Tahun 19697 tentang
Ketenagakerjaan;
20) Undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan
Atas Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.
Semoga dengan undnag-undna ini hak-hak konsumen akan
benar-benar terlindungi.
No comments:
Post a Comment