BAB
8 Standar Audit dan Akuntansi Global
Nama Kelompok
1.
Novia Daryanti
2.
Indri Rahayu Praditya
3.
Virgilia Rifani
4.
Widhia Marcini
Kelas : 4EB20
HAL
75
9.
Apakah
anda percaya jika harmonisasi/ konvergensi akuntansi internasional akan
mengakhiri kegelisahan investor akan perbedaan praktik di setiap Negara?
Iya . karena dengan adanya harmonisasi internasional membuat
Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia
tanpa hambatan. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan
secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal,
serta resiko investor dalam berinvestasi berkurang akibat dari laporan keuangan
yang berkualitas. Sedangkan konvergensi dapat Memastikan bahwa laporan keuangan
internal perusahaan mmengandung infomasi berkualitas tinggi serta Gagasan
terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam
mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.
10. Mengapa konsep konvergensi akuntansi dianggap penting? Akankah
harmonisasi standar audit internasional menjadi lebih atau tidak lebih sulit
untuk diwujudkan daripada harmonisasi prnsip akuntansi internasional? Gambarkan
cara kerja IFAC dalam komvergensi standar audit.
Konsep konvergensi akuntansi di
anggap penting,
hal ini disebabkan
dengan kejelasan laporan keuangan perusahaan memudahkan investor dalam
menganalisis apakah perusahaan tersebut aman untuk dijadikan tempat
berinvestasi. Menurut kami hal ini sulit dilakukan karna akan sulit menyamakan
politik, sosial dan ekonomi setiap perusahaan . serta perlu waktu yang lama
untuk menyamakan standar terssebut di masing – masing negara. Gambarannya
salahsatunya Menentukan metode
persediaan nya . setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda2 sesuai dengan kepentingan
masing2 negara. Dari kebijakan tersebut pasti memilikikepentingan – kepentingan
yang berbeda.
11. Gambarkan cara kerja IOSCO dalam mengharmonisasikan standar
pengungkapan untuk penawaran lintas batas dan pendataan awal oleh penerbit efek
asing. Mengapa cara kerja ini penting bagi regulator sekuritas di seluruh
dunia?
Ringkasan
Standar Pengungkapan Internasional untuk Penawaran Lintas Batas dan Penawaran
Perdana oleh Perusahaan Penerbit Luar Negeri (Diterbitkan oleh Organisasi
Internasional Komisi Pasar Modal, 1998)
a. Identitas Direktur, Manajemen Senior, dan Penasihat serta
Pernyataan Tanggung jawab
Standar ini mengidentifikasikan perwakilan perusahaan dan
orang-orang yang terlibat dalam pencatatan saham perusahaan atau pendaftarannya
dan menunjukkan orang yang bertanggung jawab. Definisi orang yang dibahas dalam
standar ini mungkin berbeda di masing-masing negara dan ditentukan berdasarkan
hukum negara asal.
b. Menawarkan Statistik dan Perkiraan Jadwal
Standar ini memberikan informasi utama mengenai cara melakukan
penawaran dan identifikasi tanggal-tanggal penting yang terkait dengan
penawaran. Perlu dipahami bahwa pencatatan tidak selalu melibatkan penawaran.
c. Informasi Utama
Standar ini meringkas informasi utama mengenai kondisi
keuangan, kapitalisasi, dan faktor-faktor risiko perusahaan.
d. Informasi Mengenai Perusahaan
Standar ini memberikan informasi mengenai operasi usaha
perusahaan, produk yang dihasilkan atau jasa yang diberikan dan faktor-faktor
yang mempengaruhi usahanya tersebut.
e. Evaluasi serta Prospek Operasi dan Keuangan
Standar ini menyediakan penjelasan manajemen mengenai
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan hasil operasi
perusahaan, dan analisis manajemen mengenai faktor dan tren yang diperkirakan
memiliki dampak yang material terhadap kondisi keuangan dan hasil operasi
perusahaan di masa mendatang. Di beberapa negara, ramalan dan laporan mengenai
prospek perusahaan untuk tahun berjalan dan atau periode lain di masa depan
mungkin diwajibkan.
f. Direktur dan Manajemen
Standar ini memberikan informasi yang menyangkut direktur
dan manajer perusahaan yang memungkinkan investor untuk memeriksa pengalaman,
kualifikasi dan tingkat kompensasi orang-orang serta hubungan mereka dengan
perusahaan. Definisi orang yang dibahas dalam standar pengungkapan ini dapat
berbeda di masing-masing negara dan akan ditentukan oleh hukum negara asal.
Informasi yang menyangkut karyawan perusahaan juga diwajibkan.
g. Pemegang Saham Utama dan Transaksi Pihak Istimewa
Standar ini memberikan informasi mengenai pemegang saham
utama dan pihak lain yang mengendalikan atau mungkin mengendalikan perusahaan.
Standar ini juga memberikan informasi mengenai transaksi-transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan dengan pihak-pihak yang berafiliasi dengan perusahaan
dan apakah persyaratan transaksi tersebut telah wajar bagi perusahaan.
h. Informasi Keuangan
Standar ini menjelaskan laporan keuangan manakah yang harus
dimasukkan ke dalam dokumen, beserta periode yang tercakup, lamanya laporan
keuangan dan informasi lain yang bersifat keuangan. Negara di mana suatu
perusahaan melakukan pencatatan (atau sedang mendafar diri untuk melakukan
pencatatan) akan menentukan struktur komprehensif prinsip-prinsip akuntansi dan
audit yang akan diterima untuk digunakan dalam penyusunan dan audit laporan keuangan.
i. Penawaran
Standar ini memberikan informasi mengenai penawaran surat
berharga, rencana distribusi surat berharganya dan masalah-masalah terkait.
j. Informasi Tambahan
Standar ini memberikan informasi yang kebanyakan bersifat
wajib, yang tidak tercakup dalam dokumen yang ada.
Cara kerja yang di buat
IOSCO penting bagi regulator sekuritas karena disini para regulator sekuritas
bisa bekerja bersama-sama dalam
memastikan pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat domestik maupun internasional,
untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat. Saling menukarkan
informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan
pasar domestic. Menyatukan upaya-upaya
untuk membuat standar dan pengawasan efektif terhadap transaksi surat berharga
internasional. Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan
integritas pasar melalui penerapan standar yang ketat dan penegakan yang
efektif terhadap pelanggaran.
12
Peran
apakah yang dimainkan PBB dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengenbangan
Ekonomi dalam menyelaraskan standar akuntansi dan audit?
Mendorong harmonisasi standar akuntansi nasional bagi
perusahaan. ISAR mewujudkan mandat tersebut melalui pembahasan dan pengesahan
praktik terbaik, termasuk yang direkomendasikan oleh IASB. ISAR merupakan
pendukung awal atas pelaporan lingkungan hidup dan sejumlah inisiatif terbaru
berpusat pada tata kelola perusahaan dan akuntansi untuk perusahaan berukuran
kecil dan menengah.
HAL 77-78
9.
Bagaimana setiap perbedaan itu memengaruhi neraca dan
laporan laba rugi? Bagaimana setiap perbedaan tersebut memengaruhi rasio
keuangan di bawah ini yang digunakan oleh para analis?
a.
Likuiditas: rasio lancer
b.
Kesanggupan pelunasan: utang terhadap ekuitas; utang
terhadap asset
c.
Profitabilitas: keuntungan atas asset; keuntungan atas
ekuitas
Beberapa
argument yang melatarbelakangi konvergensi ke IFRS adalah bahwa Perbedaan
standar akuntansi akan menjadi hambatan investasi antar Negara, ketika terdapat
keseragaman standar akuntansi maka investor di Negara lain akan memudahkan
investor/calon investor, kreditur/calon kreditur memahami laporan keuangan
perusahaan. Dari sisi akuntansi akan konvergensi ke IFRS meningkatkan kualitas
pelaporan laporan keuangan ke pasar modal. Studi-studi empiris sebelumnya
menyatakan bahwa adopsi IFRS secara mandatory berkaitan dengan likuiditas pasar
dan penurunan biaya modal (cost of capital) perusahaan. Selain itu penggunaan
praktik akuntansi yang sama di berbagai negara akan memudahkan investor dalam
mendeteksi manajemen laba. Ewert dan Wagenhof (2005) menyatakan bahwa standar
akuntansi yang semakin ketat dapat menurunkan manajemen laba dan meningkatkan
kualitas pelaporan keuangan. Webster dan Thompson (2005) menguji kualitas laba
dari perusahaan kanada yang terdaftar di Bursa Efek Kanada dan Amerika dimana
perusahaan Kanada yang menggunakan standar akuntansi yang principal based
mempunyai kualitas akrual yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan Amerika
yang US GAAP yang rules based. Barth et.al (2008) menemukan bahwa perusahaan
yang menggunakan standar akuntansi keuangan internasional menunjukkan tingkan
perataan laba dan manajemen laba dan mempunyai korelasi yang tinggi antara laba
akuntansi dan harga saham dan return. Lantto (2007) meneliti apakah IFRS
menaikkan kegunaan informasi akuntansi di Finlandia, dengan melakukan survey
pada manajer, analis laporan keuangan dan auditor hasil penelitian menyatakan
bahwa baik auditor, manajer dan analis berpendapat bahwa laporan keuangan yang
disusun berdasarkan IFRS dapat diandalkan.dan relevan. Namun demikian terdapat
banyak studi empiris yang menyatakan sebailknya Goncharov dan Zimmerman (2003)
menganalisis tingkat earnings management menggunakan discretionary accrual pada
perusahaan yang laporan keuangannya menggunakan IAS, German GAAP dan US GAAP,
menemukan bahwa tingkat earnings management pada perusahaan yang laporan
keuangannya menggunakan IAS dan German GAAP adalah relative sama sedangkan
earning management pada tingkat yang lebih rendah pada perusahaan yang
menggunakan US GAAP. Leuz (2003) membandingkan asymetri informasi dan
likuiditas pasar dari perusahaan di Jerman yang menggunakan IAS dan US GAAP,
menemukan bahwa Bid ask spred dan volume perdagangan saham antara perusahaan
yang menggunakan IAS dan US GAAP tidak berbeda secara signifikan. Zhou et.al
meneliti apakah perusahaan Cina setelah mengadopsi IAS mempunyai kualitas Ari
Dewi Cahyati 6 laba yang lebih baik dan menemukan bahwa perusahaan yang
mengadopsi IAS cenderung melakukan manajemen laba daripada perusahaan yang
bukan mengadopsi IAS. 3. Penutup Konvergensi ke IFRS diharapkan akan membawa
dampak positif diantaranya. Dari sisi ekonomi adalah dengan adanya standar yang
seragam maka akan mengurangi hambatan investasi lintas Negara dan dari sisi
akuntansi adalah meningkatnya kualitas laporan keuangan. Hal sejalan dengan
tujuan konvergensi IFRS adalah menjadikan laporan keuangan menghasilkan
informasi yang valid untuk aset, hutang, ekuitas, pendapatan dan beban
perusahaan, meningkatkan komparabilitas laporan keuangan, menyajikan informasi
yang relevan dan reliable serta dapat dimengerti, dan laporan keuangan dapat
diterima secara global. Standar IFRS yang berbasis prinsip, lebih condong pada
penggunaan nilai wajar, dan pengungkapan yang lebih banyak dan rinci diharapkan
dapat mengurangi manajemen laba. Jadi secara teoritis konvergensi IFRS
diharapkan mengurangi manajemen laba yang dilakukan perusahaan.
Diminta: pahami standar yang mengijinkan penggunaan
laporan akuntansi alternative. Gambarkan secara singkat, bagi setiap standar
tersebut, laporan pembanding dan laporan alternative yang diijinkan. Hingga
sejauh manakah penggunaan laporan yang berbeda-beda ini mengurangi
keterbandingan laporan keuangan yang dihasilkan?
IAS 1
- Presentation of Financial Statement
TUJUAN
Dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum
(general purpose financial statements) agar dapat dibandingkan baik dengan
laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas
lain.
Pernyataan ini mengatur:
o
persyaratan
bagi penyajian laporan keuangan
o
struktur
laporan keuangan
o
persyaratan
minimum isi laporan keuangan
Tujuan
IAS 2
Tujuan dari IAS 2 adalah untuk menentukan perlakuan
akuntansi untuk persediaan. Ini memberikan panduan untuk menentukan biaya
persediaan dan untuk selanjutnya mengakui beban, termasuk setiap penurunan-down
menjadi nilai realisasi bersih. Hal ini juga memberikan panduan rumus biaya
yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan.
IAS 8
kalau kita lihat tujuan dari standar ini bisa di ringkas
sebagai beriktut:
1.menentukan kriteria dalam memilih dan merubah kebijakan
akuntansi
2.menentukan perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas:
·
perubahan
kebijakan akuntansi;
·
perubahan
estimasi; dan
·
errors
(pada saat terjadi kesalahan).
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Setelah
kita memiliki dan menerapkan kebijakan akuntansi secara konsisten, masalah yang
mungkin muncul dikemudian hari adalah bagaimana jika kita ingin merubah
kebijakan akuntansi kita?
Kita diijinkan untuk merubah kebijakan akuntansi sepanjang perubahan tersebut memenuhi syarat yang diatur dalam paragraf 14 IAS 8 (PSAK 25) sebagai berikut:
"An entity shall change an accounting policy only if the change:
(a) is required by an IFRS; or
(b) results in the financial statements providing reliable and more relevant information about the effects of transactions, other events or conditions on the entity’s financial position, financial performance or cash flows."
Persyaratan ini dibuat untuk menjamin konsistensi dalam laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas.
Namun, perlu diingat hal-hal terkait perubahan kebijakan sebagai berikut:
1. Tidak disebut perubahan kebijakan apabila:
Kita diijinkan untuk merubah kebijakan akuntansi sepanjang perubahan tersebut memenuhi syarat yang diatur dalam paragraf 14 IAS 8 (PSAK 25) sebagai berikut:
"An entity shall change an accounting policy only if the change:
(a) is required by an IFRS; or
(b) results in the financial statements providing reliable and more relevant information about the effects of transactions, other events or conditions on the entity’s financial position, financial performance or cash flows."
Persyaratan ini dibuat untuk menjamin konsistensi dalam laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas.
Namun, perlu diingat hal-hal terkait perubahan kebijakan sebagai berikut:
1. Tidak disebut perubahan kebijakan apabila:
·
substansi
transaksi berbeda dengan transaksi sebelumnya
·
transaksi
yang baru belum pernah terjadi sebelumnya atau sebelumnya tidak material
2. Pengecualian untuk:
·
Penerapan
awal suatu kebijakan untuk menilai-kembali aset sesuai dengan PSAK 16: Aset
Tetap atau PSAK 19: Aset Takberwujud tidak mengacu pada standar ini tapi
mengacu pada standar terkait.
·
Kenapa
diatur berbeda? karena meskipun ini merupakan perubahan kebijakan akuntansi
perubahan tersebut tidak perlu diterapkan secara retrospektif sebagaimana
umumnya perubahan kebijakan akuntansi.
·
Apa
itu retrospektif? kita lihat di bahasan selanjutnya :)
Nah, sekarang bagaimana perlakuan akuntansinya kalau kita
melakukan perubahan kebijakan akuntansi? Jawabannya adalah tergantung sebabnya.
Sebab yang diijinkan hanya ada 2 sebagaimana didiskusikan diatas :
·
required
by an IFRS
·
Kalau
perubahan tersebut disyaratkan oleh suatu standar akuntansi maka mengacu
kepada ketentuan transisi atau kalau tidak ada maka diterapkan secara
Retrospektif.
·
results
in the financial statements providing reliable and more relevant information
about the effects of transactions, other events or conditions on the entity’s
financial position, financial performance or cash flows. (atau bisa disebut
"changes an accounting policy voluntarily" yaitu perubahan secara
sukarela)
·
Apabila
perubahan dilakukan secara sukarela maka perubahan tersebut harus diterapkan
secara Retrospektif.
IAS 16
Di dalam PSAK 16 yang dimaksud dengan aset tetap adalah aset
berwujud yang:
1.Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
barang dan jasa untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan
administratif; dan
2.Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
IAS 21
Standar ini menunjukkan bagaimana untuk menterjemahkan
laporan keuangan dalam mata uang presentasi, yang merupakan mata uang dimana
laporan keuangan disajikan.Ini kontras denagn mata uang fungsional, yang
merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi.Masalah
utama adalah nilai tukar, yang harus digunakan, dan dimana dampak perubahan
kurs dicatat dalam laporan keuangan.
IAS 31
Partisipasi dalam Ventura Bersama
yang dikeluarkan tanggal 1 Januari 2009
Ekstrak ini disusun oleh IASC Yayasan staf dan belum
disetujui oleh IASB. Untuk persyaratan referensi
harus dilakukan untuk Standar Pelaporan Keuangan Internasional.
Standar ini harus diterapkan dalam akuntansi bagian
partisipasi dalam usaha bersama dan pelaporan usaha patungan aset, kewajiban,
penghasilan dan beban dalam laporan keuangan venturer dan investor, terlepas
dari struktur atau bentuk yang mendasari dilakukannya aktivitas ventura
bersama. Namun, tidak berlaku untuk venturer kepentingan dalam entitas
dikendalikan bersama oleh:
a. Modal ventura organisasi, atau
a. Modal ventura organisasi, atau
b. Reksa
dana, reksa dana dan entitas yang sama termasuk investasi terkait dana asuransi
yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai nilai wajar
melalui laporan laba rugi atau diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
perdagangan dan dicatat sesuai dengan IAS 39 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran.
IAS 33
EARNING PER SHARE
Laba per saham (LPS) banyak digunakan sebagai alat analisis
keuangan.
LPS dengan ringkas menyaji kan kinerja perusahaan dikaitkan
dengan saharn beredar.
LPS dikaitkan dengan harga per saham (price-earning ratio) Æ
memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan perusahaan dibanding dibanding
dengan uang yang ditanam ditanam pemilik perusahaan.
Dua variabel penentu LPS, yaitu:
1. jumlah laba dalam satu periode; dan
2. jumlah saham biasa yang beredar selama periode ber
sangkutan.
Properti Investasi (IAS
40)
Definisi:
Properti investasi didefinisikan dalam PSAK 13
sebagai: tanah, bangunan atau bagian dari bangunan, atau
keduanya, yang dikuasai oleh entitas (atau lesseemelalui finance
lease) untuk mendapat rental atau capital gain, atau
kedua-duanya, dan tidak untuk:
·
Digunakan dalam
produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif;
atau
·
Dijual dalam
kegiatan usaha sehari-hari.
ALTERNATIF
Sebelum tahun 2005 IAS 2 membolehkan penggunaan tiga
alternatif pengukuran kos persediaan, yaitu metode FIFO dan Rata-rata
Tertimbang yang oleh IAS 2 disebut sebagai ?benchmark treatments?, serta satu
lagi metode yang oleh IAS 2 disebut sebagai ?allowed alternative treatments?
yaitu metode LIFO. Namun efektif mulai 1 Januari 2005 IFRS tidak
membolehkan penggunaan metode LIFO, sehingga metode pengukuran kos yang berlaku
tinggal metode FIFO dan metode Rata-rata Tertimbang. Pembatasan penggunakan
metode akuntansi semacam ini merupakan indikasi bahwa IFRS pada dasarnya tidak
sepenuhnya menggunakan principles-based, bahkan dalam kasus akuntansi
persediaan menjadi lebih rules-based dibanding US GAAP.
Pada dasarnya metode LIFO telah lama digunakan di US dalam
yurisdiksi tertentu, sebagai contoh di US metode ini telah lama digunakan untuk
memenuhi kepentingan pemenuhan pajak, yaitu karena pengalaman yang cukup
panjang terjadinya kecenderungan kenaikan harga, sehingga untuk kepentingan
pajak metode LIFO dianjurkan untuk digunakan agar menghasilkan pelaporan laba
dan pembayaran pajak yang lebih kecil. Dalam kasus ini FASB menghadapi kendala
yang cukup berat bahkan tidak mungkin bisa melakukan konvergensi dengan IFRS,
kecuali undang-undang pajak di US juga diubah menjadi tidak membolehkan
penggunaan metode LIFO. Namun demikian jika undang-undang pajak diubah jelas
akan memberikan dampak sangat tidak menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan
yang beroperasi di US. Di sisi lain, SIC (the Standing Interpretations
Committee), yaitu komite yang bertugas untuk menginterpretasikan IFRS,
menyatakan bahwa perusahaan harus menggunakan formula kos yang sama untuk
seluruh persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama, perbedaan lokasi
geografis persediaan tidak bisa digunakan sebagai pembolehan penggunaan formula
kos yang berbeda. Sama dengan paragraf sebelumnya, Uraian dalam paragraf ini
mengindikasikan bahwa IFRS lebih condong ke rules-based dibanding ke
principles-based.
Sebagaimana halnya US GAAP, IFRS juga mengharuskan
penggunaan metode akuntansi secara konsisten, kecuali perubahan metode
pengukuran kos tersebut dipandang memenuhi kriteria IAS 8. Namun demikian untuk
persediaan yang memiliki sifat dan fungsi yang berbeda dimungkinkan untuk
menggunakan metode pengukuran kos yang berbeda, tetapi jika sifat dan fungsinya
sama, meskipun lokasi geografisnya berbeda, pengukuran kos persediaan tetap
harus menggunakan metode yang sama. Untuk persediaan yang perputarannya rendah,
serta disediakan dan dipisahkan untuk proyek-proyek tertentu, dimungkinkan
untuk menggunakan metode identifikasi khusus dalam pengukuran kosnya.
Dalam hal penilaian persediaan, IFRS (IAS2) menetapkan bahwa the lower of cost
and net realizable value harus digunakan sebagai basis penilaian persediaan.
11.
Perimbangan uraian di bawah ini mngenai laba bersih
dan ekuitas pemegang saham dari IFRS kepada GAAP Amerika Serikat oleh
perusahaan Swiss, Novartis.
Diminta: hitung keuntungan atas ekuitas (ROE) dengan
menggunakan IFRS dan GAAP Amerika Serikat untuk tahun 2005 dan 2004. Apakah
perbedaan penting antara IFRS dan GAAP AS yang diungkapkan dalam uraian ini?
Apakah perbedaan tersebut konsisten antara dua tahun it? Bagaimana ketaan IFRS
versus GAAP AS memengaruhi prasyarat perjanjian kredit untuk keuntungan atas
ekuitas minimum?
Tujuan laporan keuangan


Jawaban dr hal. 78

GAAP
AS
2005

2004

Penjelasan:
Return of Equity (ROE) / Keuntungan atas ekuitas pada tahun
2005 lebih tinggi dibanding tahun 2004 perbedaannya 0,00848505.
IFRS
2005
6.141
33.164
2004
5.380
31.315
Penjelasan:
ROE dibawah IFRS pada tahun 2005 lebih tinggi dari tahun
2004.
The Bottom Line (Intinya)
Despite documented research indicating a higher accounting quality experienced by firms that either follow the IFRS or switched to the IFRS from the GAAP, there is a doubt and concern from the FASB regarding the application and implementation of principle-based standards in the U.S. A solution may be that the IFRS should accept some FASB standards to accommodate the needs of the U.S. constituents and stakeholders.
Despite documented research indicating a higher accounting quality experienced by firms that either follow the IFRS or switched to the IFRS from the GAAP, there is a doubt and concern from the FASB regarding the application and implementation of principle-based standards in the U.S. A solution may be that the IFRS should accept some FASB standards to accommodate the needs of the U.S. constituents and stakeholders.
Despite the convergence efforts made on financial
performance reporting, it appears that the main issues lie with the difference
in the approach of the U.S. GAAP and IFRS. The IFRS is more dynamic and is
continuously being revised in response to an ever-changing financial
environment.
It's anyone's guess how this convergence will evolve and
impact the accounting profession in the U.S. From a legal perspective,
companies will be required to disclose qualitative and quantitative information
about contracts with customers, including a maturity analysis for contracts
extending beyond a year, as well as the inclusion of any significant judgments
and changes in judgments made in applying the proposed standard to those
contracts. Maybe the answer lies in the need to consider a more in-depth study
and an examination of the factors influencing the molding or development of a
country's accounting system.
Diminta: Jwablah setiap pertanyaan di bawah ini.
a.
ii perkiraan harga jual biaya yang
kurang diperkirakan untuk melengkapi dan menjual inventaris?
b.
ii metode ekuitas dan iii konsolidasi yang sebanding
c.
ii tuntutan yang dibayar oleh
perusahaan penerbangan karena kecelakaan pesawat, dan iii kerusakan satelit komunikasi selama peluncuran
d.
Sangat
Pantas
e.
Benar
f.
iii instrument keungan derivative yaitu
asset keuangan
g.
ikepada semua asset di satu Negara dalam basis
country-by-country,
ii kepada semua asset dalam satu broad class, misalnya
tanah dan bangunan,
iii kepada semua asset pada umur
tertentu, seperti asset-aset berusia 10 tahun atau lebih.
h.
Benar.
HAL 81 Kasus 8-2
1. Buka situs Badan Standar Akuntansi Internasional (www.iasb.org) dan Badan Standar Akuntansi Keungan (www.fasb.com). Cari persamaan dan perbedaan komposisi dan roses
penyusunan standarnya.
Persamaan Badan Standar Akuntansi Internasional
(IASB) dan Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB):
• Tujuan dari konvergensi di AS Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) dan Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) adalah untuk meningkatkan konsistensi, komparatif dan efisiensi di pasar global
• FASB dan IASB bekerja sama dalam isu-isu berdasarkan Mengakui Pendapatan dan Penggabungan Usaha
• IASB dan FASB beroperasi pada proyek-proyek bersama yang melibatkan berbagai kegiatan pada jadwal waktu yang sama untuk meningkatkan efisiensi, seperti berbagi sumber daya untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara dua
• FASB dan IASB bekerja sama untuk berusaha mengharmonisasikan standar akuntansi masing-masing
• FASB dan IASB dalam menyusun standar sama-sama berbasis pada meta teori akuntansi keuangan, yang menempatkan tujuan pelaporan pada tingkat paling tinggi.
Perbedaan Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) dan Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB):
Dasar pengukuran asset FASB: Historical Cost, IASB: Fair Value
Peyusunan laporan keuangan FASB: Rule based, IASB: Principle based
Pengungkapan FASB: Internal ≠ Eksternal, IASB: Internal = Eksternal
Perbedaan lainnya yaitu : IASB berkaitan dengan pengembangan standar pelaporan keuangan internasional dan mempromosikan penerapan standar tersebut. Sedangkan FASB merupakan organisasi non profit, yang melayani pengembangan GAAP dalam kepentingan public.
• Tujuan dari konvergensi di AS Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) dan Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) adalah untuk meningkatkan konsistensi, komparatif dan efisiensi di pasar global
• FASB dan IASB bekerja sama dalam isu-isu berdasarkan Mengakui Pendapatan dan Penggabungan Usaha
• IASB dan FASB beroperasi pada proyek-proyek bersama yang melibatkan berbagai kegiatan pada jadwal waktu yang sama untuk meningkatkan efisiensi, seperti berbagi sumber daya untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara dua
• FASB dan IASB bekerja sama untuk berusaha mengharmonisasikan standar akuntansi masing-masing
• FASB dan IASB dalam menyusun standar sama-sama berbasis pada meta teori akuntansi keuangan, yang menempatkan tujuan pelaporan pada tingkat paling tinggi.
Perbedaan Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) dan Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB):
Dasar pengukuran asset FASB: Historical Cost, IASB: Fair Value
Peyusunan laporan keuangan FASB: Rule based, IASB: Principle based
Pengungkapan FASB: Internal ≠ Eksternal, IASB: Internal = Eksternal
Perbedaan lainnya yaitu : IASB berkaitan dengan pengembangan standar pelaporan keuangan internasional dan mempromosikan penerapan standar tersebut. Sedangkan FASB merupakan organisasi non profit, yang melayani pengembangan GAAP dalam kepentingan public.
2. Mengapa perhatian masyarakat lebih terarah kepada
konvergensi antara Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan GAAP
Amerika Serikat, bukan pada konvergensi antara IFRS dan standar akuntansi di
Negara lain? Temukan bukti tentang akan ke manakah konvergensi ini nantinya:
apakah GAAP AS bergabung dengan IFRS, atau IFRS bergabung dengan GAAP AS, atau
mereka bergabung secra imbang?
Masyarakat lebih terarah
kepada konvergensi antara Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan
GAAP Amerika Serikat karena kiblat dari ilmu akuntansi yang ada saat ini
berada di Amerika Serikat. Jadi selama ini standar akuntansi tidak jauh berbeda
isinya dengan yang digunakan oleh Amerika.
Didalam konvergensi ini nantinya GAAP AS bergabung dengan IFRS. Sebagai bukti, (1) Pada tahun 2011 akan dilakukan keseragaman terhadap standar Akuntansi di seluruh dunia, yaitu menggunakan standar akuntansi IFRS (International Financial Reporting Standar), sehingga GAAP AS harus mengikuti perubahan yang akan dilakukan dunia yaitu mengganti standar akuntansi yang digunakan dengan standar akuntansi dunia; (2) Standar tersebut digunakan oleh banyak negara sebagai dasar persyaratan akuntansi di negara yang bersangkutan atau diadopsi secara keseluruhan; (3) Diterima oleh banyak bursa saham dan regulator yang memperbolehkan perusahaan asing dan dalam negeri untuk mengajukan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan IFRS; dan (4) Diakui oleh EC dan badan Internasional lainnya; (5) Terjadi penandatanganan ‘Norwalk Agreement’ tahun 2002 oleh IASB dan U.S. Financial Accounting Standards Board (FASB) menjadi simbol komitmen dari penyusun standar di setiap negara untuk bergabung dan membentuk susunan standar akuntansi internasional.
Didalam konvergensi ini nantinya GAAP AS bergabung dengan IFRS. Sebagai bukti, (1) Pada tahun 2011 akan dilakukan keseragaman terhadap standar Akuntansi di seluruh dunia, yaitu menggunakan standar akuntansi IFRS (International Financial Reporting Standar), sehingga GAAP AS harus mengikuti perubahan yang akan dilakukan dunia yaitu mengganti standar akuntansi yang digunakan dengan standar akuntansi dunia; (2) Standar tersebut digunakan oleh banyak negara sebagai dasar persyaratan akuntansi di negara yang bersangkutan atau diadopsi secara keseluruhan; (3) Diterima oleh banyak bursa saham dan regulator yang memperbolehkan perusahaan asing dan dalam negeri untuk mengajukan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan IFRS; dan (4) Diakui oleh EC dan badan Internasional lainnya; (5) Terjadi penandatanganan ‘Norwalk Agreement’ tahun 2002 oleh IASB dan U.S. Financial Accounting Standards Board (FASB) menjadi simbol komitmen dari penyusun standar di setiap negara untuk bergabung dan membentuk susunan standar akuntansi internasional.
3. Perusahaan AS harus mengunakan GAAP AS dalam laporan keungan
mereka, bukan mengunakan IFRS. Mengapa akuntan, analis, dan semua yang terlibat
dalam pelaporan keuangan AS harus mengetahui tentang IFRS?
Para akuntan, analisis, dan semua yang terlibat dalam
pelaporan keuangan AS harus mengetahui tentang IFRS agar para akuntan dapat
mengetahui dampak dan pengaruh perubahan standar, memperkaya keilmuan
tentang IFRS sebagai bidang keahlian dan keterampilan dalam proses
perubahan di bidang ilmu pengetahuan akuntansi. IFRS merupakan sumber
utama yang dipakai sebagai acuan dalam proses pengambilan keputusan bagi para
pemakainya yang terdiri dari pihak perbankan, akuntan, pialang, para akademisi,
pihak perpajakan, dan pihak analisis keuangan. Apabila perusahaan-perusahaan
berhasil dalam proses adopsi IFRS, maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang
lebih banyak daripada sebelum mereka melakukan adopsi, seperti
perusahaan-perusahaan di Singapur dan Malaysia. Apabila adopsi IFRS
diaplikasikan dengan baik pada laporan keuangan sebuah perusahaan maka hal ini
akan mendatangkan keuntungan tersendiri bagi perusahaan tersebut. Karena secara
garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang
pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain
yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan
apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva,
hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan
penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen
laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat
penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam
standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen
laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan
keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen
keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi
tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi
dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa
penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan (Chariri, 2009).
4. Akankah IASB dan FASB akhirya bersatu, atau keduanya akan
tetap menjadi badan penyusun standar akuntansi yang terpisah? Apa alas an anda?
Finally,
IASB dan FASB akan bersatu. Alasannya adanya penandatanganan “Norwalk
Agreement” tahun 2002 oleh IASB dan U.S. Financial Accounting Standards Board
(FASB) menjadi simbol komitmen dari penyusun standar di setiap negara untuk
bergabung dan membentuk susunan standar akuntansi internasional. Kesepakatan
ini dilakukan oleh FASB dan IASB untuk mengkonversikan GAAP milik FASB dan IFRS
milik IASB. Kedua dewan tersebut berjanji menghapuskan perbedaan yang ada
diantara FASB dan IASB.